oleh

Atribut PPL&KKN Simbol Pelepasan 101 Mahasiswa Unipatti Jalur Mandiri

BULA-Pemasangan Atribut PPL&KKN sebagai simbol pelepasan mahasiswa Unipatti Ambon jalur mandiri Kabupaten Seram Bagian Timur ( SBT ) angkatan 2017-2019.

Hal ini dikatakan oleh Sekretaris dinas pendidikan SBT Wa Djubaedah pada saat membacakan Sambuatan Kepala dinas pendidikan SBT Achmat Rumaratu dalam acara pelepasan mahasiswa Unipatti Jalur Mandiri kabupaten SBT, yang berlansung diAula SMPN 1 Bula kemarin.

Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua Prodi PGSD Dr J Takaria, Ketua Instruktur KKN Dr S Ritiaw, Ketua PPK FKIP Unipatti Ambon Dr E Rumahlewang, Dosen PGSD Unipatti Dra R Ririhena, Dosen Drs Z Notanubun, dosen M Talakua, serta 101 peserta PPL/KKN Keguruan.

Dalam sambutannya, Ia meminta maaf atas ketidak hadiran kepala dinas Pendidikan SBT Achmat Rumaratu karena sedang menghadiri acara pemakaman salah satu pejabat Birokrasi kabupaten SBT.

” Atas nama pemerintah kabupaten SBT terkhusus kepala dinas pendidikan SBT, Kami ucapkan permohonan maaf atas ketidak hadirnya kepala dinas pendidikan SBT Achmat Rumaratu karena sedang menghadiri pemakaman almarhum salah satu pejabat birokrasi kabupaten SBT,” Tandas Djubaedah.

Dikatakan, Pemkab SBT sejak tahun 2017 lalu telah menggandeng Unpatti sebagai salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Maluku untuk secara bertahap menuntaskan pendidikan sarjana (S1) bagi guru-guru yang masih berijazah Deploma.

Ratusan guru dari berbagai sekolah di SBT dapat melanjutkan studi (S1) secara gratis melalui jalur kuliah mandiri kerjasama Pemerintah kapaten SBT dengan Unpatti Ambon.

” Pemkab SBT sejak tahun 2017 lalu telah menggandeng Unpatti sebagai salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Maluku untuk secara bertahap menuntaskan pendidikan sarjana (S1) bagi guru-guru yang masih berijazah Deploma,” Tandas Djubaedah.

Lanjutnya, untuk mengoptimalkan peran dan kinerja tenaga pendidik pada satuan pendidikan, peningkatan kapasitas tenaga pendidik, merupakan program yang terus dilakukan oleh pemerintah kabupaten SBT.

Hal ini penting lantaran, dapat mendorong segmen sumber daya manusia, yang harus dipandang sebagai bagian integral dan berupaya penguatan pendidik.

Menjadi guru adalah pekerjaan yang sangat menyenangkan, karena setiap guru akan mengingatkan muridnya sampai kapanpun.

Olehnya itu, Kata Djubaedah, melalui kegiatan PPL dan KKN ini, dapatlah dimanfaatkan dengan baik, tunjukan kinerja, disiplin dan loyalitas, serta keharmonisan dilokasi pelaksanaan kegiatan sehingga dapat dikenang selalu.

” melalui kegiatan PPL dan KKN ini, dapatlah dimanfaatkan dengan baik, tunjukan kinerja, disiplin dan loyalitas, serta keharmonisan dilokasi pelaksanaan kegiatan sehingga dapat dikenang selalu,” Ungkapnya.

Selain itu, Djubaedah menceritakan tentang kisah seorang guru yang pernah ditanya mengenai ketertarikan menjadi guru, Lalu guru tersebut menjawab karena guru dan bahkan hanya guru yang dapat merasakan menyentuh pinggiran Masa Depan.

Lanjutnya, Guru tersebut tidak berharap untuk menyentuh masa depan, karena menurut guru tersebut, untuk menyentuh masa depan adalah sesuatu yang mustahil bagi dirinya.

” dalam kisah seorang guru tersebut, Ia sangat tahu betul bahwa untuk menyentuh masa depan adalah sesuatu yang mustahil bagi dirinya, namun sangatlah mungkin untuk menyentuh pinggiran masa depan, begitulah jawaban seorang guru teladan,” Ungkap Djubaedah.

Dikatakan, tugas guru sangatlah mulia, karena menyiapkan generasi penerus masa depan yang lebih baik, serta lebih berbudaya dan juga sebagai langkah dalam membangun sebuah peradaban.

Sehingga dengan demikian, Kata Djubaedah, secara hakiki guruh adalah mulia karena menjadi guru adalah pekerjaan yang mulia karena kemulyaan seorang guru tidak membutuhkan atribut tambahan.

” hanya orang-orang mulia yang mengetahui bagaimana memulyakan dan menghargai kemulyaan tersebut,” Tandasnya.

Sementara itu, Ketua PPK FKIP Unipatti Ambon Dr E Rumahlewang dalam sambutan singkatnya, Langkah Pemkab SBT saat ini dinilai cukup popular sebab disamping ikut mendongkrak SDM para guru, juga sekaligus dapat menjawab amanat Undang-undang (UU) nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Disebutkan pula bahwa, di dalam UU tersebut syarat menjadi guru minimal berijazah D4 atau Sarjana (S1). Oleh sebab itu, kebijakan Pemkab SBT untuk mengupgrade SDM para guru tersebut sangat tepat dan jenius.

Dikatakan Pula Bahwa, PPK dan KKN mahasiswa kuliah jalur mandiri ini berlangsung selama satu bulan. Mahasiswa yang rata-rata merupakan kepala sekolah dan guru, jumlahnya lebih kurang 101 orang yang disebar merata ke delapan sekolah dasar yang berada di kota bula. Selain untuk memenuhi tuntutan akademik sebagai syarat mahasiswa dalam menyelesaikan studi (S1), keberadaan mereka para mahasiswa ini juga diharapkan dapat ikut menularkan kemajuan dan pembaharuan di sekolah tempat berlangsunya PPL dan KKN. ( Hyt03 ).

Loading...