oleh

SBT Landa Bencana Karhutla dan Krisis Air Bersih, Keliobas Dan Alkatiri Sibuk Urus Kesiapan Pilkada 2020

BULA-Bupati Seram Bagian Timur ( SBT ) Abdul Mukti Keliobas dan Wakil Bupati Fachri Husni Alktiri sibuk mengurus kesiapan Pemelihan kepala daerah tahun 2020.

Padahal, Kondisi Kabupaten SBT saat ini sedang dilanda Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan ( Karhutla ) serta Krisis Air Bersih.

Kepada Media ini dibula, Senin (23/9) Ketua Komisi “A” DPRD SBT Umar Gassam mengatakan bahwa, Bupati SBT Abdul Mukti Keliobas dan Wakil Bupati SBT Fahri Husni Alkatiri saat ini terlalu sibuk mengurus Pilkada 2020 mendatang, sehingga lupa dengan kondisi SBT yang saat ini melanda bencana Karhutla dan Krisis Air bersih.

” Mereka sibuk mengurus pilkada SBT tahun 2020-2025, sehingga lupa dengan kondisi SBT yang saat ini dilanda bencana karhutla dan krisis Air bersih,” Tandas Gassam.

Kondisi SBT yang memprihatikan ini menurut Gassam, semestinya Bupati atau wakil bupati berada ditempat, Bukan harus berada diluar daerah mengurus Pilkada SBT yang masih jauh.

” Jangan dulu bicara pilkada karena masih jauh, Mari kita melihat kondisi SBT saat ini karena sangat meresahkan masyarakat, terkhusus masyarakat dikecamatan bula dan bula barat yang dilanda Karhutla dan Krisis Air bersih,” ungkapnya.

Dengan kondisi SBT yang memprihatinkan ini, Gassam mendesak kepada Abdul Mukti Keliobas dan Fachri Husni Alkatiri untuk mundur dari Jabatan karena sudah tidak serius lagi mengurus daerah.

” Jika sudah tidak serius urus daerah lagi, maka segera mundur dari jabatan bupati dan wakil bupati SBT,” Tandas Gassam.

Jika tidak mundurkan diri dari jabatan, Kata Gassam, maka jangan lagi mencalonkan diri sebagai bupati pada pilkada SBT mendatang karena nantinya menyulitkan warga SBT.

” jangan lagi calonkan diri pada pilkada mendatang, karena nanti menyulitkan warga, Masih ada banyak Tokoh di SBT yang masih layak untuk memimpin daerah ini,” Tandas Gassam.

Mengenai karhutla, Gassam mengatakan bahwa, Kurang lebih puluhan kehtar hutan warga dikecamatan bula dan bula barat yang telah terbakar.

Sementara untuk Krisis Air bersih ini, Kata gassam, sudah berlansung beberapa minggu terakhir di kecamatan bula desa bula, dan kecamatan bula barat desa sumber agung.

” Karhutla dan krisis air bersih ini sudah berlansung beberapa minggu terakhir, Dan kejadian ini sangat meresahkan warga,” Ungkapnya.

Kondisi karhutla yang dihadapi oleh masyarakat Bula dan bula barat saat ini, Gassam memberikan apresiasi kepada Kapolres SBT AKBP Saminata dan Anggotanya, Kompi Brimob, serta kepada jajaran TNI dikabupaten SBT.

Karena menurutnya, Semenjak terjadinya karhutla di kecamatan bula dan bula barat, Polri/Brimob dan TNI sudah mau membantu daerah ini dengan cara berpartisipasi mencegah terjadinya Karhutla melalui sosialisasi maupun langkah cepat dalam mengatasi kebakaran.

” Saya mengapresiasi langkah cepar dari Kapolres SBT AKBP Saminta dan anggotanya, serta jajaran TNI SBT yang sudah memberikan perhatian terhadap daerah ini,” Ungkap Gassam. ( Hyt03 ).

Loading...