oleh

Direktur PT Azriel Perkasa Bakal Dijemput Paksa

BULA- Pemilik PT Azriel Perkasa Sugeng Hardiyanto Alias Tandjung, bakal dijemput paksa. Jemput paksa ini apabila dirinya tidak menghadiri panggilan ketiga yang akan dilayangkan dalam waktu dekat ini oleh DPRD SBT.

“Kami akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menjemput paksa Sugeng Hardiyanto Alias Tandjung, apabila tidak menghadiri panggilan untuk yang ketiga kalinya, Untuk panggilan kedua kami layangkan rabu besok,” Ungkap Ketua DPRD SBT Noaf Rumau pada saat menggelar rapat gabungan komisi di ruang rapat komisi, Selasa (19/11) pukul 15.00 WIT.

Rapat yang dipimpin Ketua DPRD SBT Noaf Rumau dihadiri oleh seluruh anggota DPRD dan pihak perusahan migas SBT.

Rapat berlansung sampai selesai dengan kesimpulan bahwa, Pemilik PT Azreil perkasa diwajibkan menghadiri panggilan DPRD untuk menjelaskan tuntutan pendemo kaitan dengan pembayaran harga retasi material pasir, batu maupun batu pecah.

“Tandjung harus hadir untuk menjelaskan semuanya mengenai harga retasi ini,” Ungkap Rumau.

Selain jemput paksa, DPRD juga akan mencegah pekerjaan tandjung yang saat ini berlokasi di pantai roleks.

Mengenai jemput paksa ini karena Mereka menilai bahwa dibeberapa kesempatan telah didemo, untuk itu mereka akan menyurati dinas PUR untuk mencegah pekerjaan tandjung karena berkaitan harga retasi material pembangunan proyek yang dikerjakan oleh tandjung di pantai roleks saat ini.

“Melalui meja pimpinan, Kami akan menyurati dinas PUR untuk sementara waktu jangan dilakukan pembangunan di pantai roleks,” Ungkap Rumau. ( Hyt ).

Loading...