oleh

Tenaga Medis Puskesmas Bula Mogok Kerja, Pemberian Tunjangan Penghasilan Sangat Diskriminatif

Bula. Tenaga Puskesmas Kecamatan Bula, Mogok pelayanan kesehatan akibat pembagian Tunjangan Perbaikan Penghasilan tenaga medis.

Pemboikot pelayanan dilakukan paramedis pasalnya pembagian Tunjangan Perbaikan Penghasilan yang di berikan kepada tenaga medis jauh di bawah standar TPP yang di berikan kepada Tenaga Struktural.

Zainal rumakefing salah satu tenaga medis yang juga koordinator aksi menjelaskan, pembikot ini di lakukan lantaran pegawai medis di tingkat puskesmas diberikan 300 ribu perbulan. Sementara pegaiwai kesehatan lainnya di Dinas diberikan tunjangan TPP 1 juta hingga 3 juta lebih sesuai golongan.

” Ya kami mogok lantaran pembagian Tunjangan Perbaikan Pendapatan bagi tenaga medis sangat kecil dibandikan pegaiwai pada lingkup dinas atau struktural” pungkasnya

Padahal dalam pemberian pelayanan, tenaga medis fungsional lebih prokaktif melayani masyarakat bahkan jam kerja tidak mengenal waktu.

Zainal juga menjelaskan, pemberian TPP ini antara tenaga medis fungsional dan Struktural tidak berimbang, dan sangat diskriminatif terhadap pegawai medis.

Kami sangat merasa ini diskriminatif terhadap kami yang berada pada puskesmas, padahal jam kerja kita sangat monoton” tuturnya

Zainal juga menjelaskan pemboikot ini, berjalan hingga waktu yang tidak di tentukan, dan hingga tuntutan kami terpenuhi.

Dalam aksi pemboikot ini, para medis menuntu, memiliki empat tuntutan yang harus di perhatikan oleh pemerintah daerah kabupaten seram bagian Timur.

1. Tenaga kesehatan tidak menerima keputusan tim TPP Kabupaten Seram Bagian Timur.
2. Kami tenaga medis menuntut adanya kesamaan hak dan kewajiban sama seperti ASN lain di lingkup pemerintah kabupaten seram bagian timur, karena beban kerja dan resiko kerja yang tinggi.
3. Mengingat kami telah audiens bersama, BAPEDA, KEUANGAN dan ASET DAERAH pada 1 tahun lalu tidak dipenuhi maka mulai tanggal 7 Desember 2019 kami mogok kerja dan tidak memberikan pelayanan rawat jalan.
4. Kami meresa kecewa dengan kepala bagian hukum, atas penyampaian informasi seakan mengejek kami para tenaga medis, yang menjelaskan TPP tidak lagi di Revisi.

Zainal juga menjelaskan akan melakukan mogok kerja, dan telah terkonsolidasi aksi ini kepada 15 puskesmas di SBT, untuk melakukan mogok kerja hingga tuntutan kami di penuhi, karena kami merasa sangat didiskriminasi dalam pemberian tunjangan perbaikan pendapatan, dimana beban kerja dan resiko kami sangat tinggi.

Kami akan mogok kerja hingga tuntutan kami terpenuhi” pungkasnya

Para tenaga medis juga berharap kepada pemerintah daerah, untuk memperhatikan tuntutan para medis, guna penyesuaian hak dan kewajiban, sama seperti ASN lainya dilingkup pemkab SBT

Loading...