oleh

Besok Komisi B Panggil Dinas PTSP, Sikapi Masuk PSK Asal Tanjung Batu merah di Bula

Bula. Menanggapi informasi yang beredar di salah satu media online ternama di maluku yakni terasmaluku.com dan media sosial jejaring Facebook, terindikasi sebanyak sembilan PSK asal tanjung batu merah yang hijra ke kota bula secara ilegal.

Menurut sumber media terasmaluku.com,  pada 11 februari di duga sebanyak sembilan orang Pekerja Seks Komersial asal tanjung batu merah di deportasikan ke Kota Bula melalui jalur darat menggunakan mobil penumpang ambon bula.

Terasmaluku.com  juga menyebut para PSK eks tanjung batu merah ini sengaja di kirimkan Germo ternama eks lokasi tanjung batu merah ke kota bula setelah tempat lokalisasi tanjung batu merah di tutup pemerintah kota ambon dalam beberapa hari lalu.

Para PSK ini rencana di tempatkan di sejumlah tempat karoke hiburan malam di kota Bula, bahkan dalam sumber media online ternama di Maluku itu, menyebut ada sebanyak sembilan PSK hilang tanpa jejak sebelum Tempat lokalisasi tanjung batu merah di tutup.

Menanggapi hal tersebut Komis B Dewan Perwakilan Rakyat Seram Bagian Timur angkat bicara, melalui telpon seluler, ketua komisi B Ismail Rumbalifar, kepada media LiputanSBT.com  menjelaska dirinya sangat berterimakasi kepada media online terasmaluku.com yang mana telah memberikan informasi yang sangat berharga bagi warga Kabupaten Seram Bagian Timur.

Sebagai langka awal untuk mencegah terjadi deportasi pekerja seks komersial asal tanjung batu merah secara ilegal ke kota bula, dan menurut laporan masyarakat bahwa sebagian juga telah di tempatkan pada tempat hiburan malam di kawasan sesar dan sejumlah lokasi lainya di bula itu.

Komisi B DPRD SBT, telah melayangkan surat kepada Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu, sebagai mitra kerja DPRD sekaligus pemberian izin pada pada tempat hiburan malam sebagai langka awal untuk mengantisipasi hal tersebut.

“ Menanggapi informasi dari media Terasmaluku.Com, kami telah melayangkan surat kepada Dinas Terkai yaitu Dinas PTSP sebagai pemberian izin, untuk kita rapat koordinasi sekaligus mengambil langka antisipasi” ungkapnya.

Rumbalifar juga menjelaskan, Daerah Kabupaten Seram Bagian Timur adalah daerah yang memiliki adat yang kuat, dan mayoritas muslim, sehingga dengan adanya masuk pekerja seks komersial secara ilegal akan berdapkan sosial dan moral bagi warga Seram Bagian Timur.

Rumbalifar juga menjeaskan, rencana besok akan di gelar rapat bersama dengan dinas terkait, guna menanggapi hal tersebut, karena izin tempat hiburan di kota Bula adalah izin Hibura bukan Prostitusi, jika kedapat tempat hiburan malam yang menampung PSK, maka izinnya dipertimbangkan kembali oleh dinas.

”Besok kami akan rapat koordinasi dengan dinas PTSP guna menyikapi hal tersebut, usai Rapat Komisi B bersama dinas terkait akan Turun ke lokasi-lokasi hiburan malam untuk mengkroscek langsung di lapangan” pungkasnya

Rumbalifar juga menegaskan jika kedepatan ada tempat hiburan malam menampung PSK asal tanjung batu merah, komisi B akan merekomendasi untuk di pertimbangkan izin tempat hiburan malam tersebut.

Loading...