Gambar Ilustrasi Tsunami

Gempabumi 5,0 Magnitudo Guncang SBT, Tidak Berpotensi Tsunami

434

Bula. Gempa bumi dengan kekuatan 5.0 magnitudo guncang Kabupaten Seram Bagian Timur, Maliku. Pada Hari Sabtu, 12 Juni 2021 pukul 18:20:55 WIB atau pukul 20 : 20 : 55 WIT.

Dari Hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika BMKG Pusat yang di terima media Sbt.liputan.co.id, informasi awal gempabumi ini berkekuatan M=5,0 yang kemudian dilakukan pemutakhiran sehingga gempa bumi tersebut hanya berkekuatan 4,9 magnetudo. 

Dengan Episenter gempabumi terletak pada koordinat 3,67°LS; 131,56° BT, atau tepatnya berlokasi di laut dengan jarak 134 km arah Tenggara, Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku dengan kedalaman 26 km. 

BMKG juga merilis jenis gempa bumi yang terjadi di Seram Bagian Timur dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, sehingga gempabumi merupakan jenis gempabumi dangkal yang di sebabkan adanya aktivitas sesar aktif di Palung Seram Seram Trough. 

Sehingga Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar atau strike-slip fault.  

BMKG juga merilis berdasarkan estimasi peta guncangan atau shakemap, gempabumi ini berpotensi dirasakan di daerah Seram Bagian Timur, II MMI dengan getaran II MMI yang dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. 

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno menjelaskan, Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. 

Prayitno juga menjelaskan dari hasil pemodelan yang di amati BMKG menunjukkan bahwa gempabumi ini Tidak Berpotensi Tsunami serta dari hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya gempabumi susulan Aftershock. 

Sehingga Kepala BMKG Bambang Setiyo Prayitno menghimbau kepada masyarakat SBT agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. 

"Warga diharapkan tetap tenang dan tidak terpengaru oleh isu isu Tsaunami" pungkasnya

Prayitno juga berharap agara warga tetap menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali kedalam rumah. 

" Warga diharapkan agar tetap waspada bangunan yang retak atau rumah warga yang retak sebelum kembali ke rumah" tutupnya